Tweet |
Sepertinya saya mulai menemukan jawaban kenapa pada
musim nyaleg tahun ini begitu banyak caleg yang berambisi duduk di kursi
senayan. Dengan tidak menegasikan beberapa caleg yang memang murni mengusung
idealisme, agaknya faktor gaji menjadi provokator yang super ampuh bagi mereka
yang tengah berjuang untuk lolos ke senayan. Bagaimana tidak, bukankah
mayoritas caleg hanya memasang baliho-baliho, spanduk-spanduk kampanye mereka,
tanpa memberikan atau katakanlah menerangkan konsep program kerja yang akan mereka
lakukan jika terpilih menjadi anggota DPR? Dan bukankah mereka hanya
mengandalkan kekuatan finansial untuk menjadi wakil rakyat? “Ah, bodo amat.
Jika saya adalah salah satu caleg, tentu yang terpenting bagi saya adalah saya
harus terpilih menjadi anggota DPR!”. Soal spanduk-spaduk, baliho-baliho
kampaye yang semakin membuat semrawut keindahan kota dan jalanan, toh ada
Satpol PP, yang memang berfungsi untuk menertibakn spanduk-spanduk, juga
baliho-baliho itu, bukan?
Rp. 51,5
juta/bulan Lebih Penting
Berdasarkan Surat Edaran Setjen DPR RI No
KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, jumlah total gaji yang diterima per anggota DPR
sebesar Rp.51,5 juta/bulan. Adapun rincian jumlah uang gaji sebesar itu
meliputi gaji Pokok dan Tunjangan, dengan detail seperti berikut;
- Gaji pokok Rp 4,2 juta
- Tunjangan istri Rp 420 ribu
- Tunjangan anak (2 anak) Rp 168 ribu
- Uang sidang/paket Rp 2 juta
- Tunjangan jabatan Rp 9,7 juta
- Tunjangan beras (4 jiwa) Rp 198 ribu
- Tunjangan PPH Pasal 21 Rp 1,729 juta
Selain menerima gaji pokok dan tunjangan, anggota
DPR kita juga menerima komponen penerimaan lain-lain sesuai dengan posisi
anggota dewan yang kebetulan menjabat pada posisi alat kelengkapan dewan lainnya.
Sedangkan anggota biasa tanpa jabatan pimpinan alat kelengkapan Dewan, rincian
penerimaan uang lainnya sebagai berikut;
- Tunjangan kehormatan Rp 3,720 juta
- Tunjangan komunikasi Rp 14,140 juta
- Tunjangan fungsi dan pengawasan anggaran Rp 3,5 juta
- Dukungan biaya bagi anggota komisi yang merangkap menjadi anggota badan/panitia anggaran Rp 1 juta
- Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 5,5 juta
- Biaya penyerapan aspirasi (reses) masyarakat dalam rangka peningkatan kinerja komunikasi intensif Rp 8,5 juta.
Dengan demikian, setiap anggota Dewan biasa bisa
membawa pulang gaji Rp 51.567.200 setiap
bulan. “Ajiibb…!!”
Kinerja/bulan
Tidak Penting
“Sebab saya terpilih menjadi anggota DPR karena
mengeluarkan banyak uang, maka saya tidak mempedulikan kinerja menjadi anggota
DPR. Yang penting modal saya cepat kembali. Soal janji-janji saat kampanye, toh
saya yakin konstituen pasti lupa. Lagi pula, saya sudah mebagi-bagi uang kepada
kostituen untuk memilih saya. Saya cukup bicara yang keras pada saat rapat, dan
kalau perlu membanting kursi, sering muncul di tv dan koran, dengan gaya
seolah-olah pro rakyat, cukup bagi saya untuk membuat pemilih saya yakin bahwa
pilihan mereka tepat. Bahkan, menurut saya, kemunculan di media itu lebih
penting ketimbang kemunculan pada saat rapat di DPR. Oh ya, karena modal saya
sudah kembali, dan saya sekarang kelebihan uang, maka saya berikan saja kepada
wanita simpanan saya. Untuk menambah pundi-pundi rupiah, saya juga ikut menjadi
broker bagi proyek-proyek tender. Dan karena saya anggota DPR, rupanya posisi
saya cukup ampuh untuk memenangkan tender. Sekali lagi, soal kinerja, bodo amat!”
itu kata saya kalau menjadi aggota DPR. “Ajiiib…!”. Lalu bagaimana kata anda?
Dan, apakah gaji anda juga ajib, atau anjrit?
Mantap bener tunjangan-tunjangannya yah kang, ngiler saya hehe....
ReplyDeletetapi mustahil saya dapat tunjangan semacam itu, aku gak suka politik kang
itulah sebabnya kenapa aku gapernah ikutan sibuk dengan pemilu
ReplyDeleteorang lagi cari duit kok diributin...
gaji segitu memang ajib... kalau gaji saya memang anjrit hehehe...
ReplyDeleteBagi mereka itu masih kecil, belum balik modal katanya :)
ReplyDeletegajinya besar sekali ya
ReplyDeleteyah semoga hukuman kuburan g seberat yang mereka kira
ReplyDelete"Cuma" 51,5 juta ya Kang?, kalau di kalkulasi selama lima tahun jadinya banyak bgt, belum lagi pendapatan lainnya
ReplyDeletetunjangan tunjangannya yang bikin waaoow
ReplyDeleteJasa Pengiriman Barang